Request
Dahulu.. kita dekat, sangat dekat. Pergi nonton berdua. Lunch berdua. Saling menemani jika salah seorang ada keperluan penting. Bahkan ttg akademis, pun, kamu rela menemani..
Err.. walaupun lebih banyak saya yang dibantu oleh kamu.
Walaupun lebih banyak saya yang merepotkan kamu.
Itulah kurasa.. yang membuat ku merasa kita perlu sedikit evaluasi ttg relationship ini.
Sebenarnya.. kamu mendekatiku untuk apa?
Tuluskah hanya untuk berteman denganku?
Atau.. lebih karena aku adalah adik kakakku?
Sehingga kamu jadi ada akses lebih untuk mendekati kakakku?
Well.. apapun itu, biarlah.. aku sudah mencoba mengikhlaskan apa yang melandasi friendship kita.
Terimakasih yaa.. sudah bersedia menjadi teman berbagi yang sangaat baik, bersedia diganggu luang waktunya untuk hal-hal remeh saya, untuk semua saran, semua komentar, semua perbuatan yang membuat saya memilih sikap seperti yang sekarang saya apply kepada anda.
Begini, saya ada satu pinta untuk anda : please, be away from my bro, just leave as away as possible you can dari hidup dia.
Let the story between you and him be the past, itu sudah lewat, kan? Lepas saja semua perasaan perasaan itu. Just accept your faith that you guys is walking in the parralel’s way. Dan tidak akan pernah bertemu. Well, i wouldnt declaired myself as a fortune-teller, but that’s what the facts all along, ‘rite?
Hmm,, i dont want to put on every details ID about the person who i write in here, so i’ll be sorry for those who having serious curiousity bcause i cant satisfying them if they’re asked about it.
And this for you, who makes my dear brother living in the pain so BAD.
I knew you were visited this, that’s why i decided to write this mesej here.